Malam Minggu Bersama Hyena-hyenamu

   Aku tahu, ini pasti melelahkan bagimu, tapi, aku yakin kau di pihak yang benar. Kita akan melewati malam ini, dengan perasaan damai seperti malam Minggu sebelum kita memilikinya dan kehilangan karena tak terbiasa tanpa mereka. Sentuh apa pun yang ingin kau jangkau. Sejauh harapan itu cuma angan-angan sama sekali bukan masalah. Seperti apa jadinya nanti, aku janji ini tak akan berakhir dengan buruk. 

   Kau bisa mengalihkan perhatianmu dengan memutuskan diri turun ke jalan. Jika kau punya teman yang lebih mirip dan lebih bisa memahamimu dari pada dirimu sendiri, pilihlah, bergabunglah dengan mereka seperti kau adalah kau seekor hyena. Mereka akan menyukaimu jika kau mampu menyalak dengan melengking. Berkontribusilah. Melolonglah semampu bisa kau harapkan sampai urat lehermu sebesar biji pensil yang diselipkan di antara leher manusia. Keluarkan semua bunyi-bunyian yang kau punya. Keluarkan semua sisi burukmu saat bersama mereka. Beberapa temanmu akan bilang, kau hebat, ia akan menoleh. Kau tetap terhebat dari yang paling tidak hebat. Lainnya akan bilang begitu. 

   Kalian akan duduk di tepi jalan. Atau di taman berlampu redup, atau di mana saja yang membuat kalian merasa nyaman. Malam ini, tak akan ada pertengkaran. Kau benci kekerasan. Kita sudah besar, dewasa dan terbuka seperti kelopak bunga mawar. Jadi kita biarkan orang di depan kita, menyanyi dengan gitar falsnya dan lagu yang dibawakannya dari negeri jauh. Biasanya, pengamen itu akan menyalak dengan lagu dangdut, yang sampai mati kau betul-betul ingin membencinya seumur hidup. Tapi ingat, malam ini tak ada pertikaian antar hyena. 

   Biarkan dia bernyanyi. Nikmati. Katakan amin. Jika kau punya keberanian dan sedikit uang dan rasa malu. Ikuti saranku. Mintalah lagu sesuai lubuk dalam hatimu yang paling lembut dan tak tersentuh. 

Tak perlu kau berlari... 
Mengejar mimpi yang tak pasti 
Hari ini juga mimpi 
Maka biarkan dia datang... 

   Setelah semuanya selesai, dan rasa terima kasihmu disampaikan dengan baik kepadanya. Ambillah keputusan lain. Jangan merenung. Jangan renungi lirik sok puitis itu yang bahkan, si pencipta lagu sendiri, ragu mengapa ia bisa menulis lirik lagu yang maknanya demikian. Sudah, begitu teman-temanmu akan bilang, "Kita kan enggak pernah memilih hidup yang seperti itu." 

   Lalu yang lainnya berseru, hai, katanya, kau hebat. Tentu saja. Memangnya siapa yang berani menyangkal kebenaran itu. Sebab mereka harus tahu, kalian adalah kawanan hyena terhebat di malam Minggu, ini. Bahkan kalau dunia ini begitu sempit, kalian tentu saja adalah kawanan hyena terbaik yang bisa ditemukan.  


15 April 2017 

*) Garis miring dari lagu Ebiet G Ade: Camelia 2

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang yang Terakhir Duduk dan Tersenyum [01]

Rainbow Rowell

Finding Samara