Di Bawah Pohon Hijau

kulepaskan juga kaki-kakiku
yang kasar
dan pendek-pendek
seperti woodduck*
supaya
kau bisa lari lebih cepat
tanpa
aku sanggup mengejarmu karena perutku yang gendut
tak punya alasan
ingin langsing

lari. lari. larilah. seakan
itu caramu hidup
agar tak dimangsa hidup.

sambil mendoakanmu: selamat
di bawah pohon hijau
aku akan belajar menggambar
langit
yang nasibnya selalu sunyi
memasak, mematik api
dari gigi limau dan bisa taringku
aku akan belajar menjahit
sarung tangan di musim dingin
seperti pernah
menjadi seorang suku ekskimo
yang tahan badai dan rencana
-rencana tuhan untuk dipeluk
di jalan tegak dan landai
bersama remah-remah
kerikil-kerikil dan batu-batu
kelak, akan kubuat runtukan itu
rumah
bagi pemakaman masa lalu kita

di bawah pohon hijau
di bawah pohon hijau
kau bisa menjenguknya.

(April, 2017)
__
*) woodduck adalah jenis gajah berkaki pendek dan bertubuh gempal dan gendut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang yang Terakhir Duduk dan Tersenyum [01]

Rainbow Rowell

Finding Samara